Adaberagam alat musik tradisional Indonesia, yang akan kita bahas kali ini yaitu contoh alat musik tradisional dari Sumatera Utara. Ibu kota provinsi Sumatera Utara adalah Kota Medan. Seperti yang teman-teman ketahui, orang Medan dikenal dekat dengan musik. Baca Juga: 7 Alat Musik Sulawesi Utara, dari Paree hingga Kolintang
PermainanTradisional Gasing Sumatera Utara Madaniah adalah pabrik produsen pembuatan alat peraga edukasi (APE) mainan anak indoor yang berkualitas bagus dengan harga murah. Kami menyediakan dan menjual alat peraga edukatif ber-SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) .
Medan IDN Times- Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional (KPOTI) Sumut, Agustin Sastrawan menyampaikan Sumut memiliki banyak sekali permainan rakyat dan olahraga tradisional yang mencapai kurang lebih 2000-an jenis. Untuk itu, semua orang wajib menjaga ketahanan budaya. Salah satunya dengan melestarikan permainan rakyat dan
Vay Tiền Nhanh. Olahraga tradisional masyarakat di Pulau Sumatra sangat beragam. Masing-masing daerah memiliki ciri khas tersendiri. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Geulayang Tunang Geulayang Tunang terdiri atas dua kata, yaitu geulayang yang berarti layang-layang dan tunang berarti pertandingan. Dari namanya jelas mempertegas bahwa geulayang tunang merupakan pertandingan layang-layang atau adu layang yang diselenggarakan pada waktu tertentu. Permainan ini sangat digemari masyarakat di berbagai daerah di Aceh. Mengenai nama permainan jenis ini, ada pula yang menyebutnya adu geulayang. Kedua istilah yang disebutkan terakhir memiliki maksud dan arti yang zaman dahulu, permainan ini diselenggarakan sebagai pengisi waktu setelah masyarakat suatu tempat panen padi. Sebagai pengisi waktu, permainan ini sangat bersifat rekreatif. Oleh karena itu, permainan ini sering kali dilombakan dalam acara peringatan hari kemerdekaan RI atau even-even kebudayaan lainnya di Aceh semisal Pekan Kebudayaan Aceh. Provinsi Sumatera Utara Zawo-zawoZawo- zawo adalah sejenis permainan rakyat di kalangan penduduk Nias, Sumatra Utara. Dalam permainan ini para pemain melompati susunan batu hompo batu yang berbentuk trapesium yang tingginya mencapai 2 meter. Selain itu, pada masa lalu, ketangkasan melompati batu tersebut merupakan prasyarat seorang pemuda untuk memasuki jenjang pernikahan. Zawo-zawo masih dapat ditemukan hingga saat ini di desa-desa di Kabupaten Nias Selatan. Provinsi Sumatera Barat Pacu JawiPacu Jawi merupakan olahraga tradisional yang berkaitan dengan budaya lokal yang berasal dari Sumatera Barat tepatnya di Kabupaten Tanah Datar. Berbeda dengan karapan sapi di Madura yang diselenggarakan di arena kering, Pacu Jawi di Kabupaten Tanah Datar di gelar di persawahan sehabis panen dalam kondisi arena Pacu Jawi ini dilombakan bukan dengan pasangan lawan sebagaimana layaknya perlombaan, tetapi hanya dilepas satu pasang setiap lomba. Seorang joki mengendarai sepasang sapi yang diapit dengan peralatan pembajak sawah sambil memegang tali dan ekor kedua sapi. Ketika joki ingin berlari cepat, dia akan menggigit ekor-ekor sapi. Semakin cepat sapi itu berlari, semakin keras dia harus menggigit ekor tradisional Pacu Jawi mencerminkan semangat yang sangat luar biasa anak nagari di Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat. Provinsi Riau Pacu JalurPacu Jalur adalah sejenis lomba perahu dayung tradisional yang berasal dari Riau. Berukuran panjang sekitar 25-40 meter dengan awak perahu 40-60 orang. Setiap tahunnya, sekitar tanggal 23-26 Agustus, diadakan Festival Pacu Jalur sebagai sebuah acara budaya masyarakat tradisonal dari Kabupaten Teluk Kuantan, Riau, bersamaan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pacu Jalur ini sudah masuk dalam kalender pariwisata nasional. Biasanya sebelum acara dimulai, diawali upacara sacral oleh pawang jalur. Seluruh Desa dan Kecamatan di Kabupaten Kuantan Singing mengirimkan wakilnya untuk mengikuti lomba sebagai partisipasi dan prestise masing-masing desa. Selain perlombaan, diadakan juga Pekan Raya Kuantan Singing, pertunjukan Sendratari dan, lagu daerah, randai dan lain sebagainya.
Permainan Tradisional dari Sumatera Utara Singkat Sumatera Utara[sunting] Sumatera Utara dengan ibukota Medan merupakan kota kedua terbesar di Sumatera Utara. Memiliki berbagai suku beragam mulai dari suku Batak, Nias, Melayu dan berbagai suku lainnya dari daerah yang bersebelahan seperti Sumatera Barat, Aceh, Riau dan daerah lainnya. Disamping adat, kebiasaan, tradisi yang beragam, di Sumatera Utara kita juga bisa temukan berbagai permainan tradisional yang menyebar di berbagai lokasi mulai dari Samosir, Karo, Tapanuli Selatan, Melayu, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Anak-anak masih memainkan berbagai permainanan tradisional yang menjadi warisan nenek moyang yang sangat memiliki nilai dan manfaat yang cukup besar. Permainan tradisional mendukung kearifan lokal serta menciptakan generasi yang sehat, ceria dan bahagia Tulisan ini membahas berbagai permainan tradisional yang ada di berbagai daerah yang ada di SUmatera Utara. Mulai dari jenisnya, prinsip, nilai filosofis dan manfaatnya. Kemudian di akhir tulisan juga mengupas beberapa penutup dan kesimpulan tentang permainan tradisional yang ada di daerah ini. Permainan Tradisional[sunting] Tradisional Pecah Piring[sunting] Permainan ini merupakan permainan yang paling banyak dimainkan oleh anak-anak yang ada di daerah ini. Kondisi lahan terbatas di perumahan tidak menjadi penghalang anak-anak untuk memainkan permainan pecah piring. Pemain terdiri dari 4-6 orang Bahan permainan Bola kecil bisa terbuat dari plastik/bola kasti, atau bola dibuat dari kertas yang digulung-gulung; pecahan-pecahan batu kecil/pecahan batu marmer/pecahan batu keramik Proses Permainan 1. Pecahan batu disusun di suatu tempat 2. Pemain dibagi menjadi dua kelompok 3. Dilakukan pengundian siapa kelompok yang duluan bermain 4. Kelompok yang menang mulai bermain,yang kalah berjaga 5. Salah satu anggota kelompok yang menang melempar bola ke arah susunan batu 6. Jika batu sudah rubuh dan berserak maka kelompok penjaga berusaha menghalangi kelompok yang main untuk menyusun batu dengan cara melempar bola ke arah anggota lawan yang mulai menyusun batu 7. Kelompok pemain berusaha menyusun batu seraya menghindari badan terkena lemparan bola 8. Permainan dianggap menang jika batu bisa disusun 9. Permainan akan berganti , jika salah satu kelompok yang dilempar terkena badannya Manfaat 1. Permainan ini sangat bermanfaat untuk melatih jiwa sportifitas. Latihan untuk berjiwa sportif akan semakin kuat, karena jika tidak konsisten, peserta bisa berbuat curang. Karena dinamika permainan sangat tinggi maka peluang untuk melakukan curang sangat tinggi. 2. Peserta harus memiliki stamina yang kuat sehingga melatih peserta lebih kuat karena permainan lebih banyak berlari, menghindari bola, melempar bola, dan jongkok kerjasama tim, karena tim harus bekerjasama dalam menyusun kembali batu-batu yang berserakan. Dan juga melindungi sesama tim dengan menyundul bola yang hendak dilempar ke salah satu teman yang jadi sasaran lawan. 2. Permainan Tradisional Marsitengka[sunting] Permainan ini terkadang di daerah lain disebut engklek. Bahan dan perlengkapan Gambar permainan di tanah dengan membuat garis atau di lantai dengan menggunakan kapur. Biasanya dua model gambar yaitu gambar perempuan atau tipe laki-laki; gacok terbuat dari pecahan batu pipih, pecahan keramik, ukuran kecil yang muat di telapak tangan atau punggung kaki. Peserta Minimal 2 orang, tapi sebaiknya tidak lebih 4 orang karena permainan dilakukan secara individu Proses Setelah melakukan proses penentuan siapa paling dulu bermain lewat hom pim pa atau gunting batu kertas. Peserta yang menang akan bermain terlebih dahulu Langkah-Langkah Permainan I 1. Taruh batu gacok di gambar awal biasanya bagian kaki dulu, jangan sampai keluar garis. 2. Langkahkan kaki dengan hanya satu kaki mulai dari bawah kaki, tengah badan, lebih atas leher dan paling atas kepala 3. Kembali ke posisi semula, seraya mengambil gacok dengan tangan 4. Lanjutkan proses atau tahapan 1-3, ke arah atas tengah badan, lebih ke atas dan terakhir ke bagian kepala 5. Letakkan gacok di atas punggung tangan, versi lain bisa sambil dibolak balik 6. Langkahi semua bagian gambar, mulai dari bawah sampai atas 7. Kembali lagi ke posisi awal, belakangi gambar, kemudian lempar gacok melalui atas kepala , ke arah belakang ke gambar . 8. Dimana gacok berhenti, itu menjadi ruang miliki kita, biasanya diarsir sebagai tanda bahwa bagian itu sudah miliki dan Larangan Jika anggota badan menyentuh garis, maka dianggap pelanggaran, permainan bisa dialihkan ke peserta lain. Jika gacok keluar dari garis maka permainan dialihkan pada orang lain Tradisional Galasin Perlengkapan dan Bahan Membuat kotak-kotak berupa garis melintang dan membujur. Bisa 4 kotak atau lebih, tinggal menarik garis Peserta Minimal 4 orang dibagi menjadi 2 kelompok Tahapan 1. Membagi kelompok menjadi 2 dua grup dengan kepesertaan seimbang 2. Menyepakati aturan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama proses bermain 3. Menyepakati waktu bermain, walau tidak ketat, biasanya anak-anak yang memainkan permainan tradisional sudah secara alami menyepakati berapa waktu permainan. Biasanya 1 -1,5 jam 4. Memastikan punishment hukuman atau reward hadiah yang akan didapatkan bagi kelompok yang menang atau yang kalah. Saat anak-anak bermain sangat banyak sekali jenis punishment atau reward ini, antara lain a. Yang menang digendong b. Yang kalah disuruh push up sampai belasan kali c. Disuruh nyanyi bagi yang kalah Proses Permainan Kelompok yang bermain berusaha berlari ke garis terakhir dengan mencoba menghindari terkena tangan lawan maka proses permainan berganti. Setiap orang harus melewati semua kotak yang ada. Dimulai dari kotak pertama sampai kotak terakhir. Kelompok dikatakan menang jika semua peserta lolos melewati semua kotak. Permainan galasin membutuhkan kekuatan dan tenaga yang lumayan besar karena energi berlari, menghindar cukup tinggi. Peserta juga harus awas dan gesit agar tidak tersentuh lawan main. Permainan ini tidak terlalu membutuhkan banyak alat dan bahan. Hanya memerlukan halaman yang luas. Karena akan ada petak-petak minimal 4 buah yang harus dilewati selama permainan berlangsung. Permainan akan sangat seru dan aktif dimana pergerakan hampir di seluruh tubuh peserta. Disamping itu, permainan ini juga membutuhkan kecermatan tinggi, karena saat kita memasuki petak-petak permainan, kaki kita tidak boleh tersentuh atau keluar dari garis. Di SUmatera Utara, beberapa daerah menerapkan aturan yang agak berbeda. Misalnya jumlah kotak, tetapi secara umum jenis, aturan, jumlah peserta dan penentuan menang dan kalah hampir sama. 4. Permainan Tradisional Lempar Sandal Sumber Foto Pribadi Salah satu permainan yang masih banyak ditemukan saat ini yaitu permainan lempar sandal. Permainan ini banyak ditemukan di daerah pinggiran Kota Medan, ibukota Sumatera Utara. Merupakan metamorfosa permainan pecah piring. Sehingga kepesertaan, aturan, proses dan penetuan kalah menang hampir 99 persen menyerupai pada permainan pecah piring. Hanya bedanya adalah perlengkapan permainan adalah sandal. Sementara pecah piring adalah serpihan marmer, ubin atau sejenisnya. Sandal-sandal peserta biasanya disusun sampai tinggi. Sandal yang lain digunakan untuk memecah susunan sandal. Jika tim I adalah yang kalah maka semua anggota akan mencoba melempar sandal ke setiap tubuh peserta. Setiap peserta yang mencoba kembali menyusun sandal yang terserak akan diancam dengan lemparan sandal. Dan lawan harus menghindar. Jika kena maka tim berubah posisi. Gantian tim yang menjaga menjadi pemain. Sama dengan tahapan permainan lain, maka permainan ini harus memiliki beberapa unsur a. Dimainkan oleh 2 dua grup bisa gabung antara laki-laki dan perempuan, atau bisa dipisahk berdasarkan laki-laki atau perempuan b. Bahannya adalah sandal para pemain yang dikumpul menjadi satu. Sehingga permainan ini sangat mudah dilakukan. Tidak perlu mencari bahan lain c. Dibandingkan permainan lain, saat terkena badan tergantung sandal yang dilempar. Jika sandal ringan terbuat plastik tidak terlalu sakit. Tapi bila sandalnya berat maka jika terkena badan akan terasa sakit. Biasanya peserta memilih sandal yang ringan d. Permainan akan dipenuhi sorak-sorai, tertawa, berterian, berlari dan berbagai tingkah yang umumnya ceria dan gembira. Sehingga sangat bermanfaat bagi semua pemain Pemain yang dinyatakan menang adalah apabila tim berhasil menyusun kembali susunan sandal sebagaimana semula. Permainan bergantian jika ada salah satu peserta badannya kena sandal. 3. Prinsip, Nilai dan Manfaat Permainan Tradisional[sunting] Permainan tradisional memiliki prinsip dan nilai yang sangat positip bagi perkembangan seorang anak. Hampir semua permainan tradisional mengajarkan dan menanamkan pengetahuan, keahlian dan keterampilan yang sangat membantu menumbuhkan seorang anak menjadi anak yang tangguh di tengah masyarakat. Beberapa prinsip dan nilai dalam permainan tradisional antara lain 1. Kebersamaan Semua jenis permainan tradisional dilakukan oleh lebih dari 1 berkelompok tanpa membedakan jenis kelamin, ras , suku dan agama. Di saat jaman sekarang yang sangat individualis, permainan tradisional mengajarkan semua dilakukan berkelompok. 2. Kompetisi Yang Sehat Permainan tradisional mengutamakan kompetisi yang sehat. Segala kecurangan sangat ditentang. Berbagai aturan diterapkan dan dipatuhi semua orang. Permainan yang selalu berujung kalah dan menang selalu direspon oleh peserta dengan lapang dada. Sportifitas menjadi benteng yang kokoh sehingga ketika sudah tahu ada yang menang dan kalah, tidak diakhiri dengan kebencian tetapi dengan ikhlas dan bertanggungjawab 3. Kekompakan Kompak dan kerjasama yang bagus sangat dibutuhkan dalam permainan tradisional. Permainan seperti galasin, pecah piring, tentu akan menjadi sangat indah dilihat jika semua peserta saling bekerjasama. Tidak dibutuhkan ego perseorangan, karena akan membuat tim kacau. Tidak semua tim memiliki kesempurnaan untuk melakukan berbagai peran, sehingga semua peserta bisa saling melengkapi. Yang kuat lari memberi dukungan bagi yang lemah. Yang ahli lompat akan membantu peserta yang pendek lompatannya. Saling permainan akan maksimal jika pembagian peran dilakukan secara kompak 4. Telaten, Detail dan Harus Sabar Dalam berbagai permainan tradisional seperti congklak, karet, peserta dilatih kesabarannya. Karena ketika tim lawan bermain, maka kita harus sabar menunggu giliran. Saat main conglak misalnya kita juga harus teliti dan detail menghitung batu-batu conglak. Kita juga harus detail melihat mana dan saat kapan kita bisa melakukan boom supaya dapat banyak. 5. Saling Percaya Membangun kepercayaan menjadi titik masuk sehingga seluruh proses permainan akan memberikan kebahagiaan. Karena jika terjadi kecurangan, tanpa ada kepercayaan dan saling curiga maka permainan yang seharusnya menyenangkan menjadi permainan yang membuat suasana hati buruk. Jika tim saling percaya, jika semua peserta membangun kejujuran, maka proses, alur dan hasil permainan akan memuaskan semua pihak. dan Kesimpulan[sunting] Sayangnya ditengah gelombang tehnologi informasi dan perkembangan media sosial saat ini. Dengan berbagai platform, aplikasi dan perusahaan multimedia yang membanjiri dunia maya, permainan tradisional mulai tersingkir. Di beberapa desa atau perkotaan memang satu dua masih ditemukan anak-anak bermain secara tradisional. Tetapi bentuk, ragam dan kekayaan permainan tersebut sudah mulai berkurang. Padahal sebagaimana disebutkan diatas, bahwa banyak nilai dan manfaat yang sangat bagi seiring dengan pertumbuhan anak. Anak lebih bersosialisasi. Anak-anak juga bergerak secara fisik sehingga membantu dalam membentuk tubuh yang lebih sehat. Karena itu beberapa hal yang sangat penting terkait dengan permainan tradisional. 1. Menyebarkan, mengenalkan dan menggali kembali permainan tradisional yang sudah terlupakan dan juga menggali permainan tradisional sesuai lokasi, suku, kebudayaan setempat untuk menjadi sebuah kekayaan bangsa dan negara Indonesia 2. Pemerintah, Swasta dan Masyarakat Sipil harus mendukung berbagai upaya dalam melestarikan permainan tradisional baik dalam peraturan atau kebijakan, program dan juga dibuat kebijakan yang sangat berpotensi mendukung pelestarian dan pembangunan permainan tradisional oleh pemerintah maka pihak swasta dan sipil akan sangat bersemangat melakukan berbagai upaya dalam melestarikan permainan tradisional 3. Perlu dilakukannya berbagai event, perlombaan, ajang kegiatan, pameran, festival permainan tradisional secara rutin dan berkesinambungan sehingga warga kembali mengingat dan berkenan untuk menerapkannya baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam proses membimbing anak-anak mereka 4. Membangun berbagai komunitas warga yang relevan dengan permainan tradisional untuk semua kalangan sebagai ajang untuk bersosialisasi di tengah individualistik media sosial saat ini dan juga paparan informasi yang jutaan jumlahnya setiap hari di media sosial 5. Mengapresiasi berbagai komunitas, lembaga , perusahaan, badan termasuk WIkibuku yang menyelenggarakan kompetisi untuk menuliskan kembali permainan tradisional yang pernah ada dan sekarang masih ditemukan di Indonesia.
- Permainan tradisional merupakan permainan yang dikenal sejak dahulu kala dan memiliki unsur budaya yang tinggi. Jenis permainan ini biasanya dimainkan oleh banyak anggota, kerena sifat permainan mendahulukan kegembiraan, kebersamaan, dan interaksi antar permainan tradisional tidak saja mengerti teknik permainannya, namun ikut menjaga agar permainan tradisional tidak hilang ditelan zaman. Berikut ini daftar permainan tradisional dari 37 provinsi di Indonesia. Daftar Permainan Tradisioanl dari 37 Provinsi di Indonesia 1. Permainan tradisional dari Provinsi Aceh Tarek situek massal, geunteut engrang, ingke engklek, galah hadang, serta tarek talo tarik tambang 2. Permainan tradisional dari Provinsi Sumatera Utara Zondag maandag serta margala. 3. Permainan tradisional dari Provinsi Sumatera Barat Cak bur galah panjang, bakiak, tengkak-tengkak, sepak tekong, badia batuang, serta mancik-mancik. 4. Permainan tradisional dari Provinsi Riau Gasing, serta kelereng batu. 5. Permainan tradisional dari Provinsi Kepulauan Riau Lulu cina buta, goli, serta canang. 6. Permainan tradisional dari Provinsi Bengkulu Ingkau, sepak raga, kucing-kucing atau bekel, congkak atau congklak, cabur, lompek kodok lompat katak, kucing rabun, serta setegur-sayak. 7. Permainan tradisional dari Provinsi Jambi Tejek-tejekan, bedil bambu, taji, kerang, serta umban tali. 8. Permainan tradisional dari Provinsi Lampung Sundung khulah, yeye, jemamok, kethekan, kucing buta, main lidi, bledukan, lempar selop, ngakuk wai, serta sasego'an. Baca juga Sejarah dan Asal Permainan Congklak, Aturan, serta Cara Bermain 9. Permainan tradisional dari Provinsi Sumatera Selatan Main siamang, cing keluing, gotri ala gotri, damri, bintang beralih, serta babi-babian. 10. Permainan tradisional dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sembilun, asak-asak, cak ingkling, gasing, pangkak igik karet, serta sembunyi gong. 11. Permainan tradisional dari Provinsi Banten Aroan balang serta gatrik 12. Permainan tradisional dari Provinsi DKI Jakarta Wak wak kung, tok kadal, gala asin, tuk-tuk geni, petak umpet, karet putar, karet putar, gundu, balap karung, hompimpa, serta gangsing. 13. Permainan tradisional dari Provinsi Jawa Barat Cingciripit, oray-orayan, boy-boyan, galah asin, gatrik, bebentengan, anyang-anyangan, congklak, hahayaman, serta ucing-ucingan. 14. Permainan tradisional dari Provinsi Jawa Tengah Jangkungan, engklek, dakon, gobak sodor, neker, benthik, enggrang, delikan, bekel, layangan, cublak-cublak suweng, lompat tali, serta gangsing. 15. Permainan tradisional dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Bekel, adu kemiri, benthik, dakon, egrang, gasing, layang-layang, nini thowong, serta watu gatheng. 16. Permainan tradisional dari Provinsi Jawa Timur Congklak, dakon, gobak sodor, layang-layang, lompat tali, gundu, bola bekel, serta gasing. Baca juga Gatrik, Permainan Tradisional Alat, Aturan, Cara, dan Manfaat 17. Permainan tradisional dari Provinsi Bali Mengkeb-engkeban, congklak, nyen durine, serta ngengkebang batu. 18. Permainan tradisional dari Provinsi Nusa Tenggara Barat Belompongan, panji, berau, bale-balean, kideng, serta begatrik. 19. Permainan tradisional dari Provinsi Nusa Tenggara Timur Rangku alu 20. Permainan tradisional dari Provinsi Kalimantan Barat Jajak sisir, luncur-luncuran, telok penyok, serta sepak beleg. 21. Permainan tradisional dari Provinsi Kalimantan Tengah Bagasing, serta bekel. 22. Permainan tradisional dari Provinsi Kalimantan Selatan Badaku, balogo, bacit, bagimpar, serta badurit. 23. Permainan tradisional dari Provinsi Kalimantan Timur Asinan naga, paku lele, begasing, engrang, main kelereng, telepon kaleng, sentokan, meriam bambu, cina boy, ular naga, serta sentokan. 24. Permainan tradisional dari Provinsi Kalimantan Utara Cekang 25. Permainan tradisional dari Provinsi Gorontalo Ponti, awuta, serta tengge-tengge 26. Permainan tradisional dari Provinsi Sulawesi Barat Mogasing, kalacang, moressu, jekka, mobang-bang, motaru, mosendal, tenteng, layang-layang, serta biho. 27. Permainan tradisional dari Provinsi Sulawesi Utara Ceklen, tumbu-tumbu blanga, baka-baka sembunyi, cenge-cenge, dodorobe, lompat tali, slepdur, serta tali koko. 28. Permainan tradisional dari Provinsi Sulawesi Tengah Nobangan 29. Permainan tradisional dari Provinsi Sulawsi Tenggara Enggo sembunyi petak umpet, serta kengkeng engklek. 30. Permainan tradisional dari Provinsi Sulawesi SelatanDende Baca juga Permainan Gobak Sodor Asal-usul, Cara Bermain, dan Manfaat 31. Permainan tradisional dari Provinsi Maluku Enggo lari petak umpet, enggrang batok lari tempurung serta hela rotan tarik rotan. 32. Permainan tradisional dari Provinsi Maluku Utara Patah kaleng serta cenge-cenge. 33. Permainan tradisional dari Provinsi Papua Kayu malele 34. Permainan tradisional dari Provinsi Papua Barat Korkouria 35. Permainan tradisional dari Provinsi Papua Pegunungan Permainan sege serta pikon 36. Permainan tradisional dari Provinsi Papua Selatan Kweritop 37. Permainan tradisional dari Provinsi Papua Tengah Walinoniwei Sumber dan Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
permainan tradisional sumatera utara